Aku dia dan jendela

 Aku dia dan jendela

Aku dan dia, kami adalah sepasang kekasih yang selalu bersama, Namun, seperti layaknya pasangan lainnya, kami juga mengalami pertengkaran, dan kali ini, pertengkaran kami begitu hebat hingga dia memutuskan untuk pulang dari rumah.

"Aku pulang ya, sambil membawa semua barangnya berjalan ke arah pintu lalu dengan mudah ku katakan "ya udah" . 

Setelah melewati hadapanku aku pun tersadar betapa marahnya dia saat ini. lalu aku mengejarnya dan menahan nya, "sayang jangan pergi kalau lagi marah, kita bisa bicara dan menyelsaikan masalahnya" ujarku mencoba meredakan amarahnya. 

dia menatapku dengan raut wajah kesal menatapku dan menunduk "aku mau pulang dan biarkan aku sendiri ". ucapnya dengan pelan.

aku merasakan kekecewaan dan sedih dalam hati, namun aku tidak ingin kekasih ku pergi dengan perasaan yang tidak baik.

Aku merenung didepan jendela  dan melihat banyak kisah ranting tanpa daun yang siap patah, tetapi ada juga yang menjadi kuat dan tumbuh. aku seperti ranting yang terdiam melihat hembusan angin yang menyapu dedaunan menjauh. dedaunan itupun penasaran dengan kisah cinta yang kami miliki seolah menjadi pemandangan menarik bagi mereka.

Aku tidak ingin menunggu lebih lama, aku harus menemuinya, aku merindukan nya. "Aku masih shock kamu tinggalin aku diatas kasur dan didiamkan seperti ga diinginkan lagi", katanya pelan dan lirih,

Aku merasa bersalah dan menyesal telah memperlakukan nya seperti itu. lalu aku memegang tangan nya dan katakan "aku menyesal telah melakukan nya",  

Dari beribu tiupan angin yang pernah kurasakan aku mampu menghalau dedaunan yang terbang tapi tidak saat itu, aku tidak bersabar lebih lama.

Rasa marah dan kesal kucurahkan saat itu dengan menjauhinya, tapi salah ternyata akulah yang tidak bisa menjauh, sesak rasanya saat dia katakan " mungkin aku akan meninggalkan mu, sengaja aku gak menghubungi mu tapi kamu mengejarku", 

ahhh... rasa penyesalan telah menyakiti nya seakan mengkuliti dagingku, iya  perih, tak mampu menahan pandanganku  terasa terhalang genangan air, 

Dengan tulus aku katakan, "maafkan aku, aku mencintaimu sayang, dia memeluk ku dan menghapus semua penghalangku saat memandangnya.

Hari ini kembali melihat keluar jendela entah kisah apa yang akan terjadi nanti, keresahan, prasangka dan mimpi maka waktu pun akan menjawab nya, tak punya kuasa kisah pada hari itu aku jatuh di atas tanah dan dilupakan atau memiliki kehidupan bersamamu. Tapi aku melihat cahaya yang memberikan kehangatan dan menjadi kekuatan untuk membuat kisah  yang indah dan penuh cinta.

Comments